Stase anak ala Banten
Stase anak di Tangerang itu CAPEEEEEEEEEKKK…emang udah seminggu sejak gue dari sana sih, tapi baru skarang aja gue pengen cerita hehehe…tangerang itu di bagian anak cumkan seminggu, dan kita dibagi dalam dua paviliun, paviliun anyelir (kelas VIP, 1, 2, 3) dan Paviliun Kemuning (kelas 3 only, plus satu yang semi di-ICU-kan), nah seperti apa kedua paviliun itu, bakal gue ceritain skalian dengan pengalaman pa gue disono
hari pertama sampe hari ketiga gue kebagian di Anyelir..Suasananya enak, ruangannya bersih dan bagus, pake AC dan kita punya ruang diskusi dimana privacy kita para ko-as terjamin, baik dari pasien maupun perawat..Errr..sebenernya, perawat disini rata2 baik, dan segalak apapun mreka, toh kita gak terlalu banyak brurusan sama mereka dalam hal kerjaan utama kita yaitu Followup..TAPIIII..ada satu suster BRENGSEK yang berbicara sama koas kayak bicara sama maling yang ketangkep basah di rumahnya, kayak kita orang bersalah, bentak kiri-kanan…yaah, harusnya sih itu udah biasa ditelinga kita, karena kita juga tau kok watak2 suster di RS pemerintah, JARANG YANG RAmAH!!!makanya pasien juga gak betah..SAYANGNYA die melakukan kesalahan, yaitu die membentak2 GUE..dan gue gak terima dibentak2, masak sekolah dokter tahun kelima, udah gelar drs. Med masih dibikin kayak sampah ama suster..pertama gue cuek, gue tinggal, masuk ruang diskusi, tapi setelah gue duduk..tiba-tiba HATI RASANYA TIDAK SENANG!!jadilah gue samperin balik si suster dan bentak2 habis juga, diakhiri dengan "KALO NGOMONG JANGAN KURANG AJAR!!" dan Bantingan pintu ruang diskusi pas gue ninggalin tuh mbak suster..Semenjak itu, gak pernah die brani walaupun cuman sekedar ngomong ke anak2 koas, dan lucunya hari selasa dan rabu gue bahkan gak liat tampangnya..kayanya kali ini die kena batu
Okey, cukup tentng suster itu..hari2 brikutnya disana dilanjutkan dengan ronde, dan rondenya tuh NGAREEEEET banget..Jam 1 baru mulai, so kita paginya bermalas2an juga gapapa hehe..ronde pertama n ketiga dokter anaknya sangan KINCLONK!!!kalung segede-gede gaban kayak orang gipsi, dandan poles dempul, badan kayak ibu2 gendut tapi pake kaos ketat dan celana banjir..rondenya ANEEEEH skali..die ngasih terapi tuh kaya gak liat status, lebih mirip orang jualan obat dengan merk-merk obat beterbangan dari mulutnya..tapi yah, disamping itu, die punya satu nilai plus, yaitu die pinter!!dan cukup baik karena mau ngajarin kita, terutama dalam hal pola pikir2…yaah…dokter yang agak dilematis
Dokter yang ronde dihari kedua sangaaat berbeda jauh, baik rondenya maupun dokternya memiliki style yang sangat kita kenal seperti ronde di RSCM..dan die juga sangat baik, memperhatikan status n kerjaan kita, ngajarin kita satu2..salut juga buat dokter ini..
Hari ke 4 kita udah mulai switch ke kemuning…dan disini, segala2nya beda…kerjaan kita bakal lebih berarti karena PPDS sangat memperhatikan status bikinan kita, dan SANGAT CAPEEEEEK..bayangin, PPDSnya itu mau ronde pagi2 jem 7 - 1/2 8..so what did I do??..malem jm 11 gue ke bangsal bikin draft follow up pasien gue buat besok pagi, biasanya selesai jm setengah satu..terus tidur, n paginya jem 5 gue udah harus mulai follow up, so pas PPDSnya dateng kerjaan udah selesai..bener2 parah, untungnya karena mulainya pagi, selesainya juga cepet, so banyak waktu tidur siang *Fiuuuhhh…
Di kemuning ini sialnya adalah, gue dapet kamar 1, yang paling deket dengan kamar kerja, dan karena posisinya yang strategis, kamar itu diisi oleh pasien2 yang GAWAT!!!biar gampang diawasi..so agak di-ICU-kan (Intensive Care Unit)..jadilah kasus2nya tuh pengobatanya banyak yang "beyond my reach"..nulisin obat yang dikasih aja udah panjang banget..untung kerjaan gue masih lancar2 aja…
and actualy there is this one patient that has a very complicted matters..a boy, 4 ang a half years old, weight 11 Kg, has been attended to RSUT since last week with working diagnosis meningoensefalitis TB refering to his LCS study (BTW I’m the one who perform his lumbal punture, V^______^V ), his GCS (Glasgow Coma Scale - conciousness score) is 8 (the range is 3-16, normal ppl should have 16 GCS), complicated with a severe fever 40o celcius (almost Hiperpireksia - 41,1o C), hiperventilated, and tachycardia..in short, he has meningoensefalitis TB with Sepsis..this one pasient really frustrated me..his fever wont heal, and he keeps shaking, despite 3 kinds of antipiretic agent has been administer in a relatively high dose and frequency…(Novalgin, Parasetamol po, and Ibuprofen supp)..he got 2 kinds of antibiotics..and i don’t know what else can be done..warm compress has also been performed, but his whole body is as hot as a toaster..i handled this patient 2 days with this condition..and at the third day, the worst happen..his extrimities are cold, his Blood presure is droping, he became more and more hiperventilated, despite of his cold legs and arms..his torso is still like a toaster..He is going into a septic shock condition..so we administer dopamin and dobutamin to support his cardiovascular and renal function, and load him with Normal salin to keep his hydration status adequate..whats worst, his breath start to weakening..so from 7.30, i Pump his breath with a bagging tools..do it for almost two hours..luckily soon my friends job are finish and they can replace me for a while..this patient is supose to be at ICU, but there is no room..so there is nothing we can do accept maintaining his heart and lung function…at noon, pass my working time, which by then he is handled by my friends..he passed away..well..no regrets..his conditions are worst and we have done everythings possible..i guess we never leave tangerang without the scent of the dead..hehehe
March 25th, 2007 at 7:14 am
eh..tiba2 bisa comment wkakakakaka aneh2 aja nie komp gw..
btw lu punya blog panjang sangat!!! gw baca ampe pusing! wkakakaka how r u blur??? (ikutin lu hehe)
March 26th, 2007 at 6:24 am
Wow..
Keren aja.. Bedecak kagum gagara brani ngebentak suster2 galak.. haha… ^^
March 26th, 2007 at 9:47 am
hahaha..actualy itu jangan diikutin, bukan contoh yang baik hehehe…
March 26th, 2007 at 12:53 pm
ampun d, blog lu bener uda jadi puanjangggggggggggggggg (tapi masi kalah ama gw punya ;p) hhhahahha iya tuh.. bukan keren tapi malah contoh yg ga baik!! kalo gw ga kenal lu trus disono liat elu begitu mgkn diotak gw uda “apaan sih ni anak” huehueuhuehuehe tapi okelah utk release anger lu, berhubung yg bacot jg susternya..truz.. di entry ini jg BANYAK kata2 yg asing, kaya bahasa planet @#$%^&*^%$#.. tapi parah yaa, apa uda keseringan byk kejadian2 yg musti diakhiri dengan “we’ve done everything we can”??? kayak di film2…
March 27th, 2007 at 3:16 am
Coz “someone” told me that blogging is good..its a chance to discuss matters..and a proses of learning..and personaly, its a chance for to improve my writing skill, and english skill (knowing that i will have my pediatric case exam in english)^^
Hahaha…actually mungkin sebelum u berkata “apaan sih nih anak”, u bakal udah duluan ngomong “apaan sih nih suster” hehehe
Yaahh..gimana lagi..its the ironi of medicine..doctors are not good..we do what we can’t, we let god decided..
HAHAHA..bahasa planet mana lagi yang u gak gnerti??kalo nama2 obat n istilah kedokteran sih..wajar, tapi u kan suka bolot..bahasa indo aja suka “he???” Hahahaha.. ;P
March 27th, 2007 at 6:08 pm
Yup, it’s not a good decission yelling to a nurse. Although you have become a resident,yelling to a nurse can mean problems.
They always annoying, everyone know that and I don’t blame you for yelling to that nurse, just becareful since any problems can occur, either to you or to your friends.
Hmm, a complicated disease? If you wish to cure the disease, yup it’s beyond your capabilities, but if u are supposed to overcome any emergency complications yet to occur, u should not complain about that. In your future works as a general practitioner, u are demanded to take care patients with any diseases either in ward or in emergency room.
Of course u don’t have to cure the disease, but at least, the responsible to guard the patients from Angel of death is on your shoulder, at least they can past the night.
So it’s very important to study the emergency care of any diseases as further as you can.
I can say about ptt in very isolated area, but my senior always tell me, that in that area, they don’t see if you a specialize doctor or is the disease complicated or not, they just hope u can ease the suffer. So it’s not a useless thing studying specialized cases.
Hahaha…gara-gara elu bilang blogging can practice my english, gue jadi ikut-ikutan nyoba nih…hahaha…ternyata Inggris gue masih ancur en gak beres ya…
March 27th, 2007 at 6:16 pm
apparently “someone” is has a large sphere of influence ;p
March 28th, 2007 at 6:54 am
overcome any emergency complication..good point!!thanks for the input..i won’t deny abut our obligation to “guard” them untill they pass the night..but u know, there are some patient.that just by a look..u can tell that he or she won’t last long..especialy the one with “napa satu-satu” and can’t get a room at ICU..and that is very discouraging :S
BTW, sorry i haven’t visit ur blogs since ages..since my internet just fixed this last week..but my kompu is troubleing again… >__ should be responsibilities