Misa Katolik VS Kebaktian Kristen - dan sebuah ujian dari Tuhan
Yap..hari ini, dua blogs sekaligus, tapi topiknya sama skali gak nyambung sih..
hari ini gue diajak temen gue ke sebuah gereja, gerejanya ada di hotel niko, sekelompok gereja yang menamai diri mereka "Oksigen"..gereja ini memang gereja anak muda kristen, dan cara beribadahnya sudah bisa ditebak, yaitu dibuka dengan band, terus masuk ke inti ibadah yaitu pembacaan firman dan pembahasan tentang firman tersebut, ditutup dengan nyanyi lagu lagi…
sebenernya bukan pertama kali gue ikut ibadah serupa, dulu gue pernah ikut juga di KRK katolik, di Filemon, dan tempat lain2…tapi, gue daridulu memang tidak pernah suka dengan cara ibadah kayak gitu..dan sesuai perkiraan gue, tepat setelah sampai di ruang ibadahnya, gue berkomentar dalam hati "ini ruang gereja apa ruang konser??" gue juga tidak bisa berhenti mengerinyitkan dahi didalam hati gue..karena gue punya prinsip yang berbeda dalam beribadah..gue sudah terbiasa dengan pembawaan gereja katolik yang tenang dan khusyuk (bener gak ya gue nulisnya?)..jangankan KRK, gereja di lembah karmel pun gue gak suka..terutama karena lagunya dan bahasa rohnya itu..gue suka cara yang klasik..misa katolik biasa..bagi gue, itu lebih menyentuh ke jiwa gue, bukan luapan emosi belaka yang terbangkit karena nyanyian yang bagus atau suasana yang memang mendukung…
kemudian gue teringat lagi dengan prinsip yang gue pelajari dengan yang namanya aksi "pergi ke gereja" yaitu: "Bukan apa yang kita rasakan yang penting, tetapi tujuan kita datang, yaitu untuk Dia"..gue pernah mengatakan ini pada beberapa orang, dan menggunakan statement ini untuk mengomentari mereka yang mengatakan bahwa "gue males ke gereja katolik karena membosankan"..beberapa sumber mengingatkan agar mereka yang menikmati ibadah dengan musik2 seperti itu tidak sekedar menikmati luapan emosi belaka melainkan tetap ingat kepada tujuan utama ibadah..dari sumber2 tersebut, gue pun mengambil kesimpulan secara sepihak bahwa mungkin mereka memang hanya menikmati "luapan emosi belaka tersebut"..gue masih berpegang bahwa ibadah, harus dilakukan dengan konsentrasi dan komitmen yang kuat dan gue menganggap bahwa cara beribadah mereka adalah SALAH!!
TETAPI!!!baru gue sadari sesungguhnya dengan berpikir demikian, gue sudah bersikap skeptis, sombong, dan angkuh..gue menilai dari sudut pandang gue semata dan dari apa yang cocok buat gue..gue menggunakan statement diatas terhadap orang lain dengan tepat, tetapi tidak terhadap diri gue sendiri..mungkin saja selain merasakan luapan emosi, mereka benar2 ketempat tersebut untuk mencari Tuhan..dan jika ternyata cara luapan emosi dan nyanyi-nyanyian meriah tersebut bisa membuat seseorang lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan mengapa tidak…gue sadar bahwa sekarang statement yang gue pelajari diatas harusnya "ditegurkan" kepada gue sendiri..gue juga teringat pada pernyataan gue sendiri yaitu "setiap orang mempunyai jalan keselamatannya masing-masing"
Menyadari hal tersebut, gue sadar bahwa sesungguhnya ajakan temen gue ke tempat tersebut juga salah satu ujian Tuhan yaitu "mampukah gue bersikap tidak sombong dan tidak skeptis terhadap orang lain yang tidak sejalan dengan gue"…sehingga, sepanjang acara tadi, walaupun gue tidak bisa ikut mengangkat tangan dan meloncat2 dan bernyanyi bersama mereka, paling tidak gue belajar untuk tidak "mengerenyitkan dahi" terhadap cara mereka, serta memandang mereka dan menerima mereka dengan hati yang lebih terbuka..Amin
June 26th, 2006 at 12:09 pm
Ahh,yes…kebaktian dengan bahasa roh,whenever they use it,some how i can feel that the room becomes more “crowded” ,sometimes makes me scared…
Same here,gw juga lebih menyukai misa2 dengan ritual2 gereja yang biasa,tenang,dan tidak hingar bingar.mengikuti kebaktian bersama kaum karismatik membuat gw merasa seperti es “dihajar” dengan api,gw ga’ bisa menari2 seperti mereka.But i don’t mind dengan cara mereka yang unik.i don’t know,terkadang gw berpikir kita yang terlalu jaim,Ron.What do u say?muahahaha…
June 27th, 2006 at 7:44 am
Hahaha…Dulu gue seorang katolik en gue juga menyukai kesyahduan gereja katolik. Jadi ketika gue pindah jadi protestan gue suka gereja-gereja yang suasananya khusyuk begitu.
Gue juga pernah diajak sama cici gue ke gereja itu. Tapi sebelum dia pindah ke hotel Niko. Tadinya di Lapangan Basket Senayan Trade Centre. Dua kali ke sana, gue udah bisa ikut loncat2 lho.Kemudian gue sempat beberapa kali ke sana sampe kemudian entah kenapa gue ke gereja lain yang ngomongnya bahasa Inggris doang (gerejanya ekspatriat…tapi sama-sama jingkrak2)Hehehe…Tapi takut kena tuli akibat bising nih…Btw di gereja itu ada Agnes Monica lho…She looks more cute without her make up….Hehehe…
June 27th, 2006 at 10:08 pm
Wow.. Pikirannya dewasa banget.. haha.. Kalo aku (cieh aku..), semuanya sama-sama ok ntah yang rame ato kagak, cuma yah kadang kalo yang rame-rame gitu membuat kita tidak menbgantuk lho.. N aku stuju banget dah, yang penting kan apa tujuan kita dateng ke grejanya, ntah bagaimana cara kita beribadah, kalo mang tujuannya untuk Tuhan yah sah-sah aja..
June 28th, 2006 at 4:51 am
Hahaha…perhaps with agnes monica being there, i’ll consider to visit that chruch sometimes..tujuan yang buruk
tapi kalo yang namanya bahasa roh..please don’t..telinga gue jadi terbakar hehe..
Jaim??mungkin ada benarnya..ada suatu waktu setelah beberapa kali ikut di filemon, gue sempat menikmati lagu2nya yang syahdu dan emosional..tapi tetep gue gak bisa jingkrak2
sharon: iye donk..udah mulai tua nih..masa mikir yang simple2 aje
June 28th, 2006 at 11:12 am
Kalo buat gue si, ga penting cara ibadahnya apa, yang penting itu adalah apa tujuan kita beribadah yaitu apa untuk kemuliaan Tuhan atau mungkin ada tujuan lain (mulai sok bijak neh gue, hehehe !), tul gak ???
June 29th, 2006 at 7:39 am
Hahaha…No need to give my comments then. Semuanya udah berpikiran dewasa semua. Yang mau gue tambahin, hati2 terjebak karena memikirkan apa yang dapat diberikan kepada Tuhan. Pada kisah Maria dan Martha terlihat jelas bahwa yang penting apakah kita menikmati Tuhan daripada apakah kita memberikan sesuatu kepada TUhan.
Dengan kita menikmati TUhan, apa yang kita berikan padaNya pasti lebih manis…Hehehe…
June 30th, 2006 at 6:33 am
HAHAHA..u baca juga van..tadinya gue sempet berpikir untuk sharingin ini..tapi kalo diomongin biasanya gak teratur..kalo tertulis kan lebih rapi dan lebih nyampe “the whole idea”-nya..n juga belum dapet chapter yang cocok aja..hehe
July 24th, 2006 at 10:12 am
emang betul ya..cara orang mendekatkan diri ke Tuhan itu emang beda beda..efek dari cara yang berbeda tersebutpun beda2 juga….
Gw sendiri mulai ke gereja katolik dari SMP,gara2 sekolah gw sekolah katolik.tadinya gw ikutan temen ke gereja protestan..awalnya bosen banget…tapi lama2 rasanya damai sekali..soalnya suasananya kyusuk sih..tenang…damai deh rasanya….
kalo gereja protestan juga sama sih…tapi rasanya kadang lebih berapi2.
but the point is…all is the same..ada seorang suster bilang..gak masalah cara beribadah berbeda..tapi yang paling penting..cara yang mana yang paling bikin kamu ngrasa deket sama Tuhan
December 31st, 2008 at 12:09 am
haha..maaf ni ikutan nimbrung walopun ga kenal..hehe..akhir2 ini gw juga sedang dirundung topik yg kurang lebih ttg kristen n katolik dalam pikiran gw..hehe…ya..kadang gw merasa juga kalau kedua agama itu sebenernya sama2 aja toh kita berpegang pada kitab yg sama dan menyembah Tuhan yang sama juga…soal beribadat memang di gereja katolik terasa lebih damai, tenang n kalau emang tujuan kita buat mencari Tuhan walaupun kerasanya bosan tapi pasti merasakan sesuatu dari misa…di gereja kristen lebih bersemangat dan dalam semangat tu mereka justru merasa lebih bisa mendapatkan banyak..gw sendiri jg kurang nyaman dgn bahasa roh etc tapi kalau ikut kebaktian dgn lagu2 yg semangat rasanya menyenangkan juga n penuh sukacita ya…haha…
January 9th, 2009 at 5:23 am
Urun rembug nich…, bagi saya kristen dan katolik sama saja. Yang pasti iman kita pada Tuhan Yesus. Saya kristen istri saya katolik dan saya merasakan berkat Tuhan mengalir dalam keluarga saya. Bukannya yang ditanya nanti iman kita kepada Yesus bukan agama kristen atau katolik kan? Agama kan tidak menyelamatkan? Yang menilai apakah ibadah kita diterima itu Tuhan kan, bukan penilaian manusia. God bless Tuhan Yesus memberkati
April 23rd, 2009 at 2:26 am
Dear penulis blog dan teman2 sekalian,
Katolik dan Protestan TIDAK sama. Dari segi ibadah mungkin keduanya boleh dibandingkan, namun ingatlah bahwa Ekaristi hanya ada di Gereja Katolik. Dalam Ekaristi, roti dan anggur berubah menjadi sungguh2 Tubuh dan Darah Kristus, sementara dalam perjamuan kudus Protestan, roti tetap roti dan anggur tetap anggur.
Dalam Gereja Katolik kita diperbolehkan menerima Tuhan Yesus dalam bentuk fisik, roh, dan segala keilahiannya. Dalam Protestan Tuhan Yesus hadir hanya dalam bentuk tak kasat mata. Bentuk fisiknya tidak ada sebab roti dan anggur Protestan hanya simbol saja, bukan sungguh2 Yesus.
Allah memang mengasihi seluruh umat-Nya. Orang Muslim, Hindu, Buddha, Yahudi, dan atheis saja banyak yang hidup bahagia: bisa makan, sekolah, punya keluarga, dll. Tetapi apakah mereka telah mencoba mencari Allah dengan segenap hati? Apabila mereka dibimbing oleh Roh Kudus yang benar, semua jalan akan mengarah ke Roma (Roman Catholic Church).
June 15th, 2009 at 3:54 am
Dan anda yang merasa bahwa jalan keselamatan hanya berada pada sebuah agama tertentu…seorang kristen pernah berkata, bahwa agamanya adalah yang paling benar, dan bahwa tidak ada keselamatan diluar gereja kristen..dan gue tidak akan bilang bahwa ini mewakili semua orang kristen, karena yang berbicara itu seorang…benar ato tidak itu yang dipercaya oleh semua umat kristen gue tidak tau..semua kembali pada pribadi masing2…
Tapi jelas bahwa si orang yang berani berkata bahwa keselamatan hanya berada didalam agamanya saja baru saja mengkerdilkan konsep Tuhan…dan anda seorang katolik yang melihat ekaristi sebagai satu2nya keselamatan juga baru saja berbuat yang sama…
Artikel ini gue tulis 3 tahun yang lalu, dan sekarang ini, seluruh sudut pandang gue tentang agama dan tuhan sudah berubah total setotal totalnya…aku bangun dan melihat betapa bodohnya aku dulu
Bagiku Tuhan adalah sebuah entitas yang tidak beragama…agama adalah penggolongan yang dibuat oleh manusia…sedangkan tuhan sendiri hanya menurunkan kitab dan firman…dimana mendekatkan diri pada Tuhan adalah tujuan yang paling utama..bukanya terjebak dalam sempitnya penggolongan yang dibuat oleh manusia sendiri…dan sayangnya manusia selalu terjebak pada kebodohannya sendiri..dan sejarah membuktikan bahwa manusia tidka pernah berubah…
Yang membedakan kita kristiani dari agama lain adalah panutan kita adalah Yesus…kita mencari Tuhan dengan belajar dari jalan yang Ia tempuh…itu saja…sedangkan yang lain mempunyai panutannya masing2…misalnya Islam dengan Nabi Muhammad…dan Buddha dengan Sidartha Buddha Gautama…
gue gak akan berbicara lebih banyak lagi tentang gereja, Tuhan, Yesus, dan semua2nya dalam blogs…karena gue tidak mau mencemari pencarian kebenaran gue dengan ulah2 mereka yang mencari pembenaran diri….atau yang mau berargumentasi untuk memuaskan hasrat ego mereka untuk menjadi benar…
Dan dengan perubahan yang terjadi sma gue skarang ini membuat kata2 gue akan banyak disalah mengerti dan disalah artinya…makanya kelak aku akan memilih diam…
July 19th, 2009 at 3:54 am
amin.
November 8th, 2009 at 1:57 am
@ Mbak Anna:
Maaf mbak Anna, tolong hati-hati kalau membuat statement….saya seorang Kristen…Dan kami sebagai orang Kristen selalu diajarkan bahwa perjamuan kudus BUKAN simbol! Dan roti serta anggur kami anggap adalah benar2 darah dan tubuh Kristus, serta kuasanya melebihi roti manna..
@aron02:
Di dalam kristen TIDAK pernah diajarkan bahwa agamalah yang membawa keselamatan, tetapi Yesus Kristus yg memberi keselamatan! Klo anda pernah dengar org Kristen ngomong gitu, yah dia-nya aja yg punya pemikiran sempit.
Saya cuma mau bilang kita sesama anak Tuhan gak berhak men-judge satu sama lain…Anda kan bukan kristen, jadi jangan men-judge agama kristen. Saya bukan katolik, jadi saya juga gak akan men-judge katolik..
Seharusnya kita semua bersatu, bukan saling jelek-jelekin..
Thx…GBU…
November 9th, 2009 at 10:08 am
setuju…agama gak membawa keselamatan…tapi Tuhan Yesus lah yg memberi keselamatan….Amin…^_^ GBU ALL..