Misa Katolik VS Kebaktian Kristen - dan sebuah ujian dari Tuhan
Sunday, June 25th, 2006Yap..hari ini, dua blogs sekaligus, tapi topiknya sama skali gak nyambung sih..
hari ini gue diajak temen gue ke sebuah gereja, gerejanya ada di hotel niko, sekelompok gereja yang menamai diri mereka "Oksigen"..gereja ini memang gereja anak muda kristen, dan cara beribadahnya sudah bisa ditebak, yaitu dibuka dengan band, terus masuk ke inti ibadah yaitu pembacaan firman dan pembahasan tentang firman tersebut, ditutup dengan nyanyi lagu lagi…
sebenernya bukan pertama kali gue ikut ibadah serupa, dulu gue pernah ikut juga di KRK katolik, di Filemon, dan tempat lain2…tapi, gue daridulu memang tidak pernah suka dengan cara ibadah kayak gitu..dan sesuai perkiraan gue, tepat setelah sampai di ruang ibadahnya, gue berkomentar dalam hati "ini ruang gereja apa ruang konser??" gue juga tidak bisa berhenti mengerinyitkan dahi didalam hati gue..karena gue punya prinsip yang berbeda dalam beribadah..gue sudah terbiasa dengan pembawaan gereja katolik yang tenang dan khusyuk (bener gak ya gue nulisnya?)..jangankan KRK, gereja di lembah karmel pun gue gak suka..terutama karena lagunya dan bahasa rohnya itu..gue suka cara yang klasik..misa katolik biasa..bagi gue, itu lebih menyentuh ke jiwa gue, bukan luapan emosi belaka yang terbangkit karena nyanyian yang bagus atau suasana yang memang mendukung…
kemudian gue teringat lagi dengan prinsip yang gue pelajari dengan yang namanya aksi "pergi ke gereja" yaitu: "Bukan apa yang kita rasakan yang penting, tetapi tujuan kita datang, yaitu untuk Dia"..gue pernah mengatakan ini pada beberapa orang, dan menggunakan statement ini untuk mengomentari mereka yang mengatakan bahwa "gue males ke gereja katolik karena membosankan"..beberapa sumber mengingatkan agar mereka yang menikmati ibadah dengan musik2 seperti itu tidak sekedar menikmati luapan emosi belaka melainkan tetap ingat kepada tujuan utama ibadah..dari sumber2 tersebut, gue pun mengambil kesimpulan secara sepihak bahwa mungkin mereka memang hanya menikmati "luapan emosi belaka tersebut"..gue masih berpegang bahwa ibadah, harus dilakukan dengan konsentrasi dan komitmen yang kuat dan gue menganggap bahwa cara beribadah mereka adalah SALAH!!
TETAPI!!!baru gue sadari sesungguhnya dengan berpikir demikian, gue sudah bersikap skeptis, sombong, dan angkuh..gue menilai dari sudut pandang gue semata dan dari apa yang cocok buat gue..gue menggunakan statement diatas terhadap orang lain dengan tepat, tetapi tidak terhadap diri gue sendiri..mungkin saja selain merasakan luapan emosi, mereka benar2 ketempat tersebut untuk mencari Tuhan..dan jika ternyata cara luapan emosi dan nyanyi-nyanyian meriah tersebut bisa membuat seseorang lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan mengapa tidak…gue sadar bahwa sekarang statement yang gue pelajari diatas harusnya "ditegurkan" kepada gue sendiri..gue juga teringat pada pernyataan gue sendiri yaitu "setiap orang mempunyai jalan keselamatannya masing-masing"
Menyadari hal tersebut, gue sadar bahwa sesungguhnya ajakan temen gue ke tempat tersebut juga salah satu ujian Tuhan yaitu "mampukah gue bersikap tidak sombong dan tidak skeptis terhadap orang lain yang tidak sejalan dengan gue"…sehingga, sepanjang acara tadi, walaupun gue tidak bisa ikut mengangkat tangan dan meloncat2 dan bernyanyi bersama mereka, paling tidak gue belajar untuk tidak "mengerenyitkan dahi" terhadap cara mereka, serta memandang mereka dan menerima mereka dengan hati yang lebih terbuka..Amin